Bali memiliki sejuta pesona yang dapat menarik banyak orang untuk datang mengunjunginya. salah satunya adalah pesona laut dengan pasir putih dan ombak yang besar telah banyak mengundang wisatawan baik lokal maupun internasional untuk datang dan menikmatinya. Disamping pantai Kuta dan pantai Sanur yang banyak diminati wisatawan terdapat pula pesona pantai diselatan pulau Bali yang banyak mengundang kehadiran wisatawan tersebut. Walaupun untuk dapat mencapai pantainya bisa dikatakan tidaklah mudah, karena kondisi geografis Bali Selatan yang merupakan daerah perbukitan kapur sehingga untuk mencapai pantainya juga diperlukan perjuangan untuk menuruni punggung bukit tersebut.
Tak banyak memang hamparan pasir yang dapat dinikmati namun karena lokasinya yang tertutup dan jauh dari keramaian merupakan nilai tambah dari pantai di daerah Unggasan Badung Selatan ini, sehingga sudah banyak pula investor yang menanamkan modalnya untuk membangun villa atau hotel disekitar bukit ini. Bahkan sampai saat ini masih banyak proyek-proyek villa yang tengah dalam tahap pembangunan dan tidak sedikit pula yang proyeknya terhenti ditengah jalan, mungkin karena efek perekonomian global yang sedang lesu, entahlah...........
Berikut beberapa gambar yang tertangkap kamera kami dari atas bukit:
Namun apalah artinya keindahan dan ketenangan alam ini jika setiap tahunnya makin banyak villa yang memadati tepi jurang Unggasan ini. Karena sejak beberapa tahun terakhir eksploitasi kawasan unggasan untuk lokasi wisata semakin banyak saja bahkan ada villa yang melanggar peraturan pemerintah daerah karena berada dikawasan suci (dekat Pura Luhur Uluwatu ;red). Dimana dalam sebuah Perda dinyatakan bahwa dalam radius 5 Km dari Pura Luhur Uluwatu tidak diperkenankan untuk mndirikan bangunan, sampai saat ini telah terdapat sekitar 10 Villa yang berada dalam radius 5 Km tersebut. Walaupun saat ini banyak masyarakat pemilik lahan disekitar pura yang mengusulkan perubahan terhadap peraturan tersebut dari 5 Km menjadi 2 Km saja.
Dari 10 villa yang bermasalah tersebut saat ini ada yang tetap melanjutkan operasionalnya ada pula yang terhenti (entah karena masalah peraturan ini atau memang ditinggal investornya). Seharusnya pihak pemerintah sebagai pemegang kebijakan (pemberi ijin pendirian bangunan - IMB ;red) dan masyarakat lokal tidak saja memikirkan pendapatan/uang yang akan diperoleh dari retribusi villa-villa tersebut namun juga memperhatikan lingkungan liar yang terdapat di areal tersebut, karena kalau diperhatikan disekitar Pura Luhur Uluwatu juga terdapat habitat kera/monyet yang tinggal disana. Sehingga jangan sampai pembangunan pariwisata merusak alam yang sebenarnya menjadi magnet penarik wisatawan untuk berkunjung ke Bali.
Seperti yang terjadi berikut:
Entah proyek apa yang sedang dikerjakan ini mau villa, hotel atau apapun itu bentuknya tidak sampai mengorbankan Pulau Bali dan tidak ada lagi cerita bahwa masyarakat lokal Bali yang ingin menikmati keindahan pulaunya musti melapor dahulu kepada pihak villa atau hotel karena aksesnya yang dikuasai mereka apalagi kalau itu berkaitan dengan upacara keagamaan. Semoga Pulau Bali tetap Bali, dan menjadi Bali yang santhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar