Pulau Bali terkenal sampai ke mancanegara karena keindahan alam serta keunikan budaya-nya. Sejarah Bali meliputi rentang waktu perkembangan kebudayaan masyarakat Bali. Sejarah Bali juga terkait dengan beberapa mitologi dan cerita rakyat, yang ada kaitannya dengan sejarah sebuah tempat atau peristiwa yang pernah ada di Bali. Sejarah Bali menjadi begitu unik dan khas karena didukung oleh sikap warganya yang memberikan perhatian khusus terhadap peninggalan leluhurnya. Kepercayaan terhadap leluhur menjadikan perhatian terhadap peninggalan sejarah begitu tinggi di Bali. Bahkan begitu banyak peninggalan sejarah itu diberlakukan sebagai benda keramat yang tidak boleh diperlakukan tidak semestinya.
Bali atau juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata adalah salah satu propinsi yang ada di Indonesia. Dalam bahasa Inggris juga sering disebut sebagai Morning of The World, The Last Paradise, dan berbagai sebutan indah lainnya.
Terkenal dengan keindahan alam dan keunikan budaya masyarakatnya yang didominasi oleh agama Hindu, Bali tidak pernah sepi dari kunjungan turis lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati keindahan alamnya sembari berlibur. Tidak jarang dari beberapa turis itu, terutama mancanegara memutuskan untuk tinggal di Bali dan menjadikan Bali sebagai rumah keduanya.
Secara geografis, Bali terletak antara pulau Jawa dan Lombok. Pulau Bali kecil, membentang kira-kira 140 km dari timur ke barat 80 km dari utara ke selatan. Gunung berapi tertinggi yang membentang dari timur ke barat adalah gunung Agung, yang terakhir meletus tahun 1963. Bali memiliki iklim tropis hanya dengan 2 musim (hujan dan kemarau) setahun dan temperatur rata-rata 28C. Daerah selatan yang luas dan miring menjadi rumah sawah yang bertingkat-tingkat yang terkenal di bali di antara tempat yang paling menarik di dunia. Di daerah yang berbukit-bukit, daerah pesisir utara, hasil utamanya adalah kopi, kopra, rempah-rempah, sayur-sayuran, ternak dan beras.
Masyarakat Bali memiliki akar kepercayaan yang kuat dan walaupun arus kedatangan wisatawan dalam jumlah besar setiap tahunnya, kebudayaan mereka masih sangat kental dan hidup. Agama mayoritasnya adalah Hindu, dan walaupun sebenarnya berasal dari India, agama masyarakat Bali adalah perpaduan yang unik dari Hindu, Budha, Jawa dan kepercayaan kuno yang hampir punah dan berbeda dari ajaran Hindu yang dipraktekkan di India sekarang ini. Banyaknya tempat suci membuat Bali menjadi unik. Masyarakat Bali sangat percaya pada keajaiban dan kekuatan roh dan kebanyakan agama berdasarkan pada kepercayaan ini. Mereka percaya bahwa roh baik menghuni pegunungan dan laut merupakan rumah bagi iblis dan raksasa.
Memiliki kreatifitas sejak lahir, masyarakat Bali secara tradisional menggunakan keahlian mereka untuk tujuan-tujuan keagamaan dan hampir seluruh karya seni indah dapat dilihat disini merupakan inspirasi dari cerita Ramayana dan cerita kepahlawanan Hindu lainnya.
Mayoritas tempat tinggal masyarakat Bali yang berjumalah 3.000.000 orang kebanyakan tinggal di komunitas desa yang padat dengan keluarga besar mereka. Kota terbesarnya adalah Denpasar dan Singaraja di utara Bali. Objek wisata utamanya terbentang dari Kuta sampai Seminyak. Kuta menjadi daya tarik utama kedatangan wisatawan sejak tahun 1970an karena pantai-pantainya yang di kenal berpasir putih, tempat berselancar dan pemandangan matahari tenggelam yang mempesona.
Sekarang ini, sepanjang Kuta dan Seminyak merupakan tujuan wisata utama dengan beratus-ratus hotel, restoran dan toko. Bagi mereka yang mencari sedikit kedamaian dan ketenangan cenderung pergi ke penginapan-penginapan yang lebih tenang di Sanur, Candi Dasa, di pantai timur atau Lovina di bagian utara. Nusa Dua yang berada di ujung selatan semenanjung pulau nBali, menawarkan banyak hotel berbintang lima. Desa utama di Ubud, di bagian perbukitan Gianyar, juga menjadi daya tarik wisata dan sekarang ini dianggap sebagai pusat kesenian dan kebudayaan Bali.
Kebudayaan
Walaupun tidak ada artefak yang tercatat tentang jaman batu, dipercaya bahwa penghuni pertama di Bali bersal dari Cina sekitar tahun 2500 SM. Pada jaman perunggu sekitar tahun 300SM kebudayaan muncul dan sangat berkembang di Bali. Sistem pengairan dan produksi padi yang rumit, yang masih digunakan sampai sektrang, dikembangkan pada jaman ini.
Tidak sampai abad ke 11, Bali menerima arus kebudayaan pertama yang kuat dari Hindu dan jawa. Dengan kematian ayahnya sekitar tahun 1011 M, pangeran Bali, Airlangga, pindah ke Jawa Timur dan menyatukan kerajaan-kerajaan disana dalam satu kerajaan. Karena keberhasilannya, ia kemudian menunjuk saudaranya anak Wungsu sebagai pemimpin di Bali. Pada periode berikutnya, muncullah bahasa Jawa, Kawi, yang menjadi bahasa yang digunakan oleh para kaum bangsawan, salah satu dari ciri khas masyarakat jawa dan pakaian adatnya dipakai karena hal tersebut.
Dengan kematian Airlangga, pada pertengahan abad ke 11, Bali menikmati periode kebebasan untuk menjalankan pemerintahannya sendiri. Bagaimanapun, hal ini terbukti tidak berlangsung lama saat di tahun 1284, raja Jawa Timur, kertanegara, menaklukkan Bali dan memimpinnya dari Jawa. Di tahun 1292, Kertanegara terbunuh dan Bali mendapatkan kembali kesempatan untuk melepaskan diri sekali lagi. Namun pada tahun 1343, Bali kembali berada di bawah kekuasaan raja Jawa karena kekalahannya di tangan gajah Mada, seorang jendral pada kerajaan Hindu-Jawa yang terakhir, Majapahit.
Kehidupan di Bali sangat berhubungan erat dengan organisasi masyarakat, bertani bahkan membuat barang-barang seni dilakukan oleh masyarakatnya. Pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap sekolah, klinik, rumah sakit, jalan, tetapi semua aspek kehidupan tradisional di atur oleh 2 sistem tradisional yang sudah ada sejak jaman dulu. Yang pertama, subak, menangani masalah produksi beras dan mengatur sistem pengairan. Siapa pun yang memiliki sawah harus menjadi anggota subak yang ada di daerahnya yang akan memastikan setiap anggota mendapat pembagian air irigasi yang adil. Organisasi masyarakat yang lain adalah Banjar yang mengatur kegiatan desa, upacara pernikahan dan kematian. Kebanyakan desa paling tidak memiliki 1 banjar dan semua laki-laki yang sudah menikah wajib menjadi anggota banjar. Banjar paling tidak memiliki anggota antara 50-100 kepala keluarga dan masing-masing banjar memiliki tempat pertemuan yang di sebut dengan Bale Banjar. Selain digunakan sebagai tempat rapat rutin, bale banjar juga digunakan sebagai tempat latihan musik (gamelan) tradisional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar